2018, Habibie Bakal Hadirkan Pesawat Penerus N-250
![[Image: PJS2sJVnI7.jpg]](http://img.okeinfo.net/content/2012/12/01/56/725964/PJS2sJVnI7.jpg)
Presiden Ke-3 Indonesia, Bacharuddin
Jusuf Habibie (B.J Habibie) kian mantap menumbuhkan kembali industri
penerbangan Indonesia. Optimisme Habibie itu didukung dengan banyaknya
orang Indonesia yang memiliki pengalaman dalam industri penerbangan.
Dengan pengalaman dan keahlian putra-putri Indonesia dalam teknologi dan
industri penerbangan, Habibie yakin dalam lima tahun mendatang
Indonesia bisa menghadirkan pesawat yang melebihi N-250.

"Banyak anak-anak kita, yang di luar negeri juga memiliki pengalaman
dalam industri penerbangan. Saya perkirakan tahun 2013 akan mulai
(perkembangan industri penerbangan Indonesia), Insya Allah tahun 2018
kita akan memiliki pesawat yang lebih baik daripada N-250," kata Habibie
di sela-sela acara Peringatan 50 Tahun pendidikan Teknik Penerbangan
Institut Teknologi Bandung, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu
(31/11/2012).
"Kita akan melihat kembalinya N-250, tapi tentu yang lebih canggih dan perusahaannya juga telah dibentuk," tuturnya.
Sementara itu, untuk kembali membangun undustri penerbangan Indonesia,
Habibie berharap pemerintah melaksakan dan melanjutkan proses yang
nantinya akan dijalani. "Lanjutkan apa yang sudah kita mulai supaya bisa
lebih baik daripada sebelumnya, serta harus mengamankan supaya produk
dalam negeri lebih baik," pungkasnya.

Seperti diketahui, Habibie saat ini tengah berusaha membangun kembali
"kerajaan" penerbangan dengan pengetahuan teknologi yang dimilikinya.
Pria berusia 76 tahun ini mendirikan perusahaan dirgantara PT Ragio
Aviasi Industri (RAI) yang dibentuk bersama PT Ilhabi Rekatama dan PT
Eagle Capital.

Dalam manajemen PT RAI, Habibie dipercaya sebagai Ketua Dewan Komisaris.
Melalui perusahaan tersebut, Habibie berusaha mengembangkan kembali
rancangan pesawat N-250 yang data-datanya saat ini masih dimiliki bangsa
Indonesia.
Pesawat N-250 adalah pesawat regional komuter turboprop rancangan asli
IPTN (Sekarang PT Dirgantara Indonesia. Pesawat ini merupakan primadona
Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) dalam usaha merebut pasar di
kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya (saat
diluncurkan pada tahun 1995).
Sayangnya N-250 yang menjadi bintang pameran pada saat Indonesian Air
Show 1996 di Cengkareng, harus dihentikan produksinya setelah krisis
ekonomi 1997.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar